Reaktor Nuklir

Sejarah

Nuklir ditemukan pertama kali pada tahun 1939 dan pada tahun 1942 reaksi nuklir pertama kali dicoba, lalu dikembangkan reaktor nuklir yang membangkitkan listrik pada tahun 1951 di Arco Idaho, Amerika Serikat. PLTN di Obnisk, Uni Soviet adalah yang pertama kali menghasilkan listrik untuk jaringan listrik pada 27 Juni 1954, sedangkan PLTN Calder Hall di Inggris merupakan PLTN pertama yang digunakan untuk kebutuhan listrik komersial pada 17 Oktober 1956.

Reaktor Nuklir, Apa dan Bagaimana?

Reaktor nuklir adalah lokasi atau alat yang digunakan untuk membuat, mengatur, dan menjaga kesinambungan dari reaksi nuklir yang terjadi secara terus menerus pada laju tetap.

Jenis-jenis reaktor nuklir

Reaktor-reaktor nuklir komersial berbasis fisi nuklir yang sering diperdebatkan masalah keamanannya, tetapi sebagian kalangan berpendapat bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan cara aman dan bebas polusi untuk membangkitkan listrik.

Reaksi fisis nuklir yang digunakan pada reaktor-reaktor nuklir adalah reaksi yang menggunakan metode penumbukan sebuah inti berat oleh partikel dan membelah menjadi dua inti dan beberapa partikel lain, dalam reaksi nuklir inti berat yang ditumbuk adalah Uranium, dan partikel yang menumbuk adalah neutron.

Ilustrasi reaksi fisis berantai nuklir

Good or Bad

Reaktor nuklir jika digunakan sesuai prosedur dan tidak ada gangguan maka energi nuklir dapat meningkatkan kualitas energi, tetapi jika terjadi sesuatu yang salah maka resiko radiasi bahan radioaktif adalah bayarannya.

Keuntungan menggunakan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya lain :

  1. Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal), gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas)
  2. Tidak mencemari udara, tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia
  3. Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
  4. Biaya bahan bakar rendah, hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan
  5. Ketersedian bahan bakar yang melimpah, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan
  6. Baterai nuklir

Ketika terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap reaktor-reaktor nuklir ini, maka akan terjadi hal-hal seperti ini :

  1. Kecelakaan Reaktor Nuklir Chernobyl, pada tanggal 26 April 1986 reaktor nuklir nomor 4 meledak dan menyebabkan kebakaran juga penyebaran radiasi, penduduk sekitar ada yang tekontaminasi dan di evakuasi, hingga sekarang dampak dari radiasi tersebut masih tersisa di sekitar bekas reaktor itu.
  2. Pompa air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor rusak dan menyebabkan kerusakan pada reaktor nuklir Three Mile Island di di Pennsylvania AS, 28 Maret 1979, sekitar 500 orang pekerja terkontaminasi.
  3. Tiga ledakan dan satu kebakaran terjadi dalam empat hari (12 Maret – 14 Maret 2011) di Reaktor Nuklir Fukushima, Jepang. Evakuasi penduduk yang tinggal di radius 20 km telah dilakukan, sementara mereka yang tinggal dalam 10 km berikutnya disarankan untuk tetap di dalam rumah. Yang juga ditakutkan, hembusan angin akan membawa radiasi ini menuju samudera Pasifik.

Negara – negara yang teknologinya maju saja masih terlihat kerepotan jika sesuatu hal yang salah terjadi pada reaktor nuklir, dibutuhkan kontribusi besar dari pemerintah agar pemantauan dari reaktor tersebut benar-benar baik. Reaktor nuklir adalah salah satu energi ramah lingkungan (dalam keadaan normal) dengan produktifitas yang tinggi, tetapi juga memegang resiko yang sangat besar jika ada kesalahan dalam pengelolaannya.

 

Sumber :

http://dunia.vivanews.com/news/read/44359-kecelakaan_reaktor_nuklir_di_as

http://www.pedomannews.com/internasional/berita-internasional/singapura-a-jepang/2231-inilah-detil-kecelakaan-reaktor-nuklir-jepang

http://id.wikipedia.org/wiki/Reaktor_nuklir

http://blog.unila.ac.id/yantiyulianti/2010/05/06/kecelakaan-reaktor-nuklir-chernobyl/

http://id.wikipedia.org/wiki/Fisi_nuklir

Dipublikasi di The World We Live In | 4 Komentar

Shark Fining

Hiu sudah menjadi predator utama di laut sejak zaman leluhur mereka, tetapi sekarang mereka menemukan tandingannya…manusia

Apa itu Shark Fining?

Shark fining adalah kegiatan penangkapan hiu di laut lepas dimana para nelayan hanya memotong dan mengambil organ siripnya saja, sementara bagian tubuh lainnya (95%) secara utuh dibuang kembali ke laut.

Awal mulanya?

Sirip hiu dianggap memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan terutama daya tahan tubuh dan merupakan bahan utama dari Chinese shark fin soup (Hisit), makanan tradisional dari Cina yang melambangkan kemewahan. Karena sangat banyak permintaan akan sirip hiu sehingga bermunculan lah industri-industri pengolahan sirip hiu dibanyak wilayah di dunia, semua kegiatan itu tidak terkontrol, tidak terpantau, dan selalu lolos dari mata dunia. Seiring tumbuhnya industri ini maka teknologi untuk industri ini pun semakin meningkat dan berpengaruh ke peningkatan ekonomi pasar.

Mengapa hanya siripnya?

Alasan hanya diambil bagian siripnya saja dikarenakan sirip hiu dianggap mengandung khasiat yang baik untuk tubuh, meskipun menurut para ahli biologi sirip hiu tidak memiliki khasiat seperti yang digembar-gemborkan. Sirip hiu tidak membutuhkan ruangan yang besar untuk penyimpanan dikapal, bayangkan jika harus menyimpan beratus-ratus tubuh hiu dalam kapal. Nilai jual sirip hiu sangat tinggi (USD 700/kg) dibandingkan daging hiu, dikarenakan permintaan pasar yang sangat tinggi tetapi hasil produksi sangat terbatas. Daging hiu tidak selezat siripnya, hal ini yang menyebabkan harga daging hiu sangat jatuh. Metode untuk mengawetkan sirip hiu hanya dengan mengeringkannya saja, sementara daging hiu harus didinginkan agar tidak membusuk.

Perkembangan kegiatan shark fining

Dulu kegiatan menangkap ikan hiu hanya merupakan tangkapan sampingan (by fishing), hiu yang tidak sengaja tersangkut di jaring nelayan dijadikan hasil produksi dan dagingnya dikonsumsi sebagai hasil tangkapan laut. Semenjak permintaan akan sirip hiu meningkat kegiatan ini bukan hanya merupakan tangkapan sampingan lagi, tetapi menjadi tangkapan utama dimana para nelayan membantai hiu dengan tujuan mengambil siripnya saja lalu sisa tubuhnya yang masih hidup dibuang kembali kelaut tanpa harapan hidup.

Death bound hammerhead shark after fining

 

Shark fining di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara importir sirip hiu terbesar ke-4 di dunia dan memiliki banyak industri ilegal pengolahan sirip hiu, bahkan sebuah perusahaan pengolahan sirip hiu di Indonesia sanggup menyediakan 1 ton per bulan sirip ikan hiu kering olahan untuk dieksport! Keadaan yang semakin memperparah adalah ketika masuk pelabuhan sirip ikan hiu tidak dikategorikan sebagai tangkapan laut, sehingga semua aspek dari kegiatan ini tidak terekam sama sekali.

Saat ini hiu merupakan salah satu spesies yang terancam punah, dikarenakan kegiatan manusia yang berhasil mengalahkan salah satu predator utama laut. Hiu memerlukan 5 hingga 7 tahun untuk mecapai masa dewasa, sementara hiu-hiu yang sudah dewasa diburu dan dibantai, maka tidak heran populasi hiu semakin menipis dan tinggal tunggu waktu untuk ikan hiu hilang dari peredaran.

STOP SHARK FINING! DON’T EAT FIN SOUP!

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Shark_finning

http://bikyamasr.com/wordpress/?p=13420

Dive Discovery Indonesia Vol.1 no.12 edisi 15 Juli-15 Agustus 2010

Dipublikasi di The World We Live In | 2 Komentar

Whaling (Perburuan Paus)

Hewan apa yang merupakan predator utama di laut? Hiu, Barracuda, Marlin? Bukan! Tapi manusia, ya kita manusia!

Contoh kegiatan yang membuat kita menjadi predator utama di dunia yang bahkan kita sendiri tidak dapat bertahan hidup lama disana adalah kegiatan Whaling dan Shark Fining (Shark Fining akan dijelaskan dalam postingan selanjutnya), dua kegiatan ini merupakan dua kegiatan terkejam yang dilakukan manusia terhadap habitat laut.

Apa itu Whaling?

Whaling adalah perburuan paus untuk diambil daging dan minyaknya, perburuan bisa dilakukan di perairan lepas atau memburu paus yang terdampar di pantai, perburuan di perairan lepas biasanya memakai harpun raksasa yang ditembakkan langsung dari kapal, kegiatan ini diperkirakan sudah dimulai semenjak 3000 tahun sebelum masehi oleh penduduk-penduduk di wilayah pesisir dunia, pada saat itu dapat dikatakan kehidupan manusia masih dalam kondisi barbar.

Perkembangan Industri Whaling

Karena sangat profitable, maka industri untuk whaling pun berkembang mulai abad ke 17, pada zaman ini mulai digunakan kapal-kapal penangkap paus yang terorganisir dan terus berkembang hingga abad 18 dan 19 sehingga muncul persaingan kegiatan whaling antara negara-negara yang menganut sistem whaling ini. Teknologi semakin berkembang, begitu pula kegiatan whaling dan akhirnya menyebabkan populasi paus menurun drastis pada tahun 1930, terhitung sekitar 50.000 ekor paus diburu, ditangkap, dan dibunuh.

Harpun yang digunakan untuk menangkap paus

 

Repopulation? Restorage the Whale? Why not?!

Pada masa sekarang, perburuan paus di atur oleh International Whaling Commission (http://iwcoffice.org/) agar tetap memperhatikan keseimbangan populasi paus, tetapi banyak juga terjadi perburuan liar yang semakin mengurangi populasi paus karena tidak mengikuti kaidah-kaidah perburuan paus.

Organisasi Greenpeace melakukan protes terhadap perburuan paus yang tidak terkontrol dan semakin menjadi-jadi, beberapa negara yang melakukan whaling sudah menghentikan kegiatan perburuan mereka, tetapi ada juga negara yang tidak mau atau tidak mampu untuk menghentikan perburuan paus liar. Di Jepang, ada dua aktifis Greenpeace yang di juluki “The Tokyo Two” merupakan dua orang aktifis Greenpeace dari negara Jepang yang selalu berusaha berunding dengan pemerintah Jepang, setelah ditelusuri sumbernya ternyata kegiatan perburuan paus masih berlanjut di Jepang karena kegiatan korupsi antara oknum pemerintah yang tidak bertanggung jawab dengan industri-industri perburuan paus di Jepang.

Mengapa Whaling dilarang?

Jika sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan whaling tidak dilarang dan tetap harus dalam batas kewajaran, tapi kegiatan perburuan liar yang menangkap paus sebanyak-banyaknya dan menyiksa paus ketika ditembakkan harpun itu baru dilarang.

Paus yang didiamkan di air setelah ditembak harpun

 

Paus ketika ditembakkan harpun tidak langsung diangkat ke atas kapal (lihat gambar diatas), tetapi dibiarkan dalam air hingga mati kehabisan darah, terkadang pemburu paus tidak memanfaatkan seluruh bagian tubuh paus, ada yang hanya mengambil minyaknya saja lalu sisanya dibuang kembali ke laut, karena tidak sesuai aturan ini maka dari itu perburuan paus liar dilarang.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Whaling

http://www.greenpeace.org/international/en/campaigns/oceans/whaling/

http://iwcoffice.org/index.htm

http://www.caribbeanwhalefriends.org/commercial.htm

http://www.whalenation.org/index.asp?page=whale_hunting

Dipublikasi di The World We Live In | 2 Komentar

Natrium

Natrium adalah salah satu unsur utama dari kerak mineral, sedimen, dan perairan laut. Natrium dan klorin adalah dua elemen yang paling banyak dalam air laut. Mineral utamanya adalah garam yang mengendap akibat penguapan air laut. Tidak mudah mengamati reaksi mineral di dasar laut, di mana natrium dihilangkan dari larutan menjadi mineral lempung karena adanya daerah penguapan yang kuat dan curah hujan garam yang tersebar di seluruh dunia. Berdasarkan prosesnya, natrium terakumulasi terus-menerus di laut kemudian dibawa oleh aliran sungai ke tanah. Oleh karena itu, kita bisa memperkirakan usia laut dengan cara mentukan massa natrium di laut dan impor tahunan sungai. Setelah itu, natrium yang berada dalam tanah diserap oleh tumbuhan. Kemudian tumbuhan dimakan oleh hewan dan manusia. Hewan dan manusia mati, feses dan urinnya akan terurai. Oleh bakteri diuraikan sehingga dapat diserap kembali oleh tumbuhan dan seperti biasa akan terulang.

Natrium merupakan elemen keempat terbanyak di bumi, ini dipengaruhi luas lautan yang menutupi sebagian besar permukaan bumi dan merupakan logam alkali dengan persentase terbanyak di bumi. Unsur ini termasuk Logam Alkali yang merupakan unsur reaktif yang lunak, ringan, dan putih keperakan, karena sangat reaktif natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni, melainkan dalam keadaan terikat dengan unsur lain. Natrium akan mengapung di air dan jika digerus menjadi bubuk dan dimasukkan ke dalam air akan menyebabkan reaksi dashyat pembentukan gas hidrogen, jika natriumnya dalam jumlah banyak dapat menimbulkan ledakan.

Reaksi dashyat antara air dengan natriumReaksi dashyat antara Natrium dengan Air

Laut merupakan sumber utama dari Natrium yang berbentuk NaCl terlarut, konsentrasi ion Na+ dalam air laut adalah 0,47 molar. Selain berupa NaCl, Natrium pada permukaan bumi tersebar sebagai :

  • Natron (Na2C03.10H20)
  • Kriolit (Na3AlF6)
  • Sendawa Chili (NaNO3)
  • Albit (Na2).Al2O3.3SiO2)
  • Boraks (Na2B4O7.1OH2)

Manfaat Natrium

Dulu natrium digunakan untuk pembuatan TEL (Tetra Ethyl Lead), atau kita lebih mengenalnya dengan timbal yang digunakan untuk menaikkan nilai oktan dari bahan bakar fosil, tetapi pada masa sekarang hal ini dihentikan karena mengandung racun yang sangat berbahaya bagi lingkungan juga makhluk hidup. Natrium juga digunakan untuk mengisi lampu penerangan jalan dan kendaraan, karena emisi cahaya yang dikeluarkan unsur ini berwarna kuning dan dapat menembus kabut. Natrium memiliki peran penting pada metabolisme makhluk hidup, dan juga berperan dalam menghantarkan konduksi saraf dan memelihara keseimbangan osmosis darah juga pH darah.

Manfaat dari Natrium-natrium adalah, NaOH disebut soda api > Digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan sabun, detergen, kertas, dan serat rayon. Na2CO3 (Natrium karbonat) dikenal dengan nama soda > Digunakan dalam industri kaca, melunakkan air sadah dan menghilangkan noda minyak. NaHCO3 (Natrium bikarbonat) juga disebut soda kue > Digunakan untuk pembuatan kue. Na-glutamat, digunakan sebagai penyedap makanan. Na-benzoat, digunakan sebagai pengawet makanan dalam kaleng.

Kelimpahan Natrium

  • Lapisan bumi = 23000 ppm
  • Air laut = 10500 ppm
  • Matahari = 1910000 relatif terhadap H=1exp12

Natrium banyak ditemukan diberbagai mineral logam misalnya sebagai NaCl, amphibole, kriolit, soda niter, dan zeolit. Natrium banyak terdapat di bintang yang ada diluar angkasa berdasarkan spektra garis D-nya dan bertanggung jawab terhadap cahaya hampir kebanyakan bintang.

Sifat Kimia Natrium

  • Nama : Natrium
  • Simbol : Na
  • Nomor atom : 11
  • Nomor massa: 22.989
  • Keadaan standar : padatan
  • Warna : putih keperakan
  • Klasifikasi dalam sistem periodik : Logam
  • Total isotop : 22
  • Total isomer 2
  • Isotop radioaktif = 19
  • Isotop stabil : 1
  • Elektronegatifitas pauli : 0.9
  • Entalpi atomisasi : 108.4 KJ/mol
  • Entalpi fusi : 2.59 KJ/mol
  • Entalpi penguapan : 89.04 KJ/mol
  • Panas penguapan= 96 KJ/mol
  • Volume molar : 23.7 cm3/mol
  • Jari-jari ionik : 2.23 Amstrong
  • Jari-jari kovalen : 1.54 Amstrong
  • kristal struktur : CCB kubus berpusat badan

Sifat Fisika Natrium

  • Densitas : 0.97 g/cm3
  • Titik leleh : 97.5
  • Titik didih : 883
  • Potensial standar : -2.7 V
  • Penemu : Sih Humphrey Davy 1807
  • Koefisien ekspansi liner termal : 70.6x10exp-5 /K
  • Konduktivitas termal = 1.41 W/cmK
  • Konduktifitas listrik : 0.21x10exp-6/ohm.cm
  • Kalor jenis : 1.23 J/gK
  • Tekanan uap : 0.0000143 Pa pada 961 C

Penjelasan lebih lanjut tentang komponen air laut dapat dibaca pada link berikut :

Komponen elemen minor dalam laut (from theissen06.blogspot.com)

Kandungan Magnesium dalam laut (from abdan-marinescientis.blogspot.com)

Kandungan Kalsium dalam laut (from elmadp.blogspot.com)

Kandungan Klorin dalam laut (from fika-star.blogspot.com)

Kandungan Asam Sulfat dalam laut (from marsellinuswahyu.wordpress.com)

Sumber :

Rosalinda, Dewi.2010. http://dewirosalinda.blogspot.com/2010/03/kelimpahan-natrium_8186.html

http://wikipedia/Natrium

http://belajarkimia.com/natrium/

http://en.wikipedia.org/wiki/Tetraethyllead

http://210.34.15.15/webelements/webelements/Na.jpg
http://www.schoenhacker.at/brandaus/2001/adr_klasse4/natrium.jpg

Dipublikasi di Ilmu Pasti! | 26 Komentar